Monday, October 26, 2015

Hati Tertumpuk

Sudahlah, jangan menaikturunkan hatiku semaumu. Kau tak tahu seberapa tinggi tumpukan puing di dasar hatiku yang kini hampir mencapai permukaan. Tak hanya kau, ada segelintir sosok bertuan di sana. Kau pun salah satunya. Dan kau, memaksaku untuk menekan tumpukan-tumpukan rongsokan yang masih kusimpan apik di sana. Bagaimana bisa?

Aku lelah berputar dengan roda pikiranku. Entah kemana, berpihak kemana. Bertaut pada satu tuan, namun termakan rayuan gombal pujaan. Ah, aku lemah. Terlalu cepat terangkat hingga mudah terpikat. Ujung-ujungnya tersendat. Stagnan. Semua. Tolong, aku hampir tercekat.

Hati tertumpuk, pikiran terpuruk. Mau jadi apa kamu dan sekujur tubuhmu?

2 comments: