Thursday, October 22, 2015

Membentuk Hati yang Tangguh

Dia bilang hati itu rapuh
Katanya hati itu sensitif
Siapa bilang hati terlalu negatif
Atau hanya terlalu naif menanggapi

Mudahkanlah jalanmu dengan hati yang tangguh. Hati yang siap menanggung peluh. Hati yang rela menguntai resah menjadi kisah terindah. Yang dinilai dari muka tentu tak selamanya hati menjadi muara. Lihatlah sudut bola matanya, disanalah jendela termudah untuk mencapai hatinya. Jika tatapannya kosong, bukan berarti hatinya kosong. Justru ada setumpuk cerita yang bisa kau rasa.

Asah hatimu dengan sebilah kisah. Sepahit apapun kisahnya, percayalah dia akan membentuk formasi benteng kekuatan yang tak pernah kau kira. Belajarlah dari pengalaman. Kau tak akan pernah tahu dari mana asal ketangguhan yang mulai mengakar di ragamu.

Pancing hatimu untuk peka pada alam. Segala bentuk kebetulan adalah bagaimana cara alam berinteraksi dengan hatimu. Hanya saja apakah radar kepekaanmu menangkapnya dengan baik atau justru tak tahu sinyal-sinyalnya. Saat kita sepaham pada alam, tidak ada yang sulit untuk menjalani hidup. Tidak percaya? Buktikan saja.

Tangguhkan hatimu! Jangan biarkan pribadimu rusak hanya karena hati yang kau paksa jadi rapuh. Jika memang rapuh, biarkan ia selesaikan kemelutnya sendiri beberapa saat. Setelahnya, berjanjilah untuk meninggikan kadar tangguh pada hatimu.

No comments:

Post a Comment