Friday, June 24, 2016

Biar Tuhan

Semoga Tuhan menuntun jalanku yang kadang bersinggungan dengan keinginan duniawi. Jika memang yang terbaik ada dalam diri yang diingini, kelak jarak tidak lagi menjadi masalah pelik yang dapat dikulik. Pun sebaliknya, jika bukan yang terbaik, kelak pelajaran dapat menjadi bekal berharga untuk menghadapi masa depan yang tentunya jauh lebih baik dari yang pernah ada. Aku percaya, malaikat pun tahu siapa yang menjadi juara dalam pertarungan sunyi ini. Berjuang dalam hati, menanam dalam diri. Bukan tanpa usaha. Biar Tuhan yang menilai segala usaha tanpa mengharap semua orang tahu. Ya, mereka tak tahu bagaimana keadaannya. Karena setiap orang memang berhak menilai tanpa tahu hiruk-pikuknya sebuah perjalanan.

Biar... Segala kepolosan merajut jalan. Tanpa pernah berharap lebih dari apa yang diinginkan. Akan ada kebahagiaan saat kau lupa pada dirimu. Tak perlu memaksakan. Biarkan berjalan beriringan, selanjutnya keinginan akan membersamai takdir Tuhan. Aku percaya, melakukan cinta yang tanpa diminta kelak akan menjatuhkan hati pada cerita tanpa skenario manusia.

Percayalah, aku percaya skenario Tuhan melebihi apapun. Yang tak pernah disangka, tanpa pernah tahu alurnya seperti apa, tanpa pernah memaksa cerita dengan intervensi keserakahan. Biarkan Tuhan yang berbicara dan mengetuk perlahan.

Aku percaya, bahagia itu sederhana. Sesederhana melepaskan dan merelakan segalanya demi menjadikannya nyata.

Biar Tuhan yang berkata. Biar Tuhan yang menuntun jalan.
Usaha tanpa memaksa. Berharap sejadi-jadinya tanpa terlelap

No comments:

Post a Comment