Aku rindu padamu.... Jarak yang pernah mengernyitkan dahiku karena tak tahan pada luasnya bumi
Aku rindu padamu.... Waktu yang pernah mendetakkan jantungku kala tak bisa bersinggungan
Aku rindu padamu.... Sebaris kalimat penggugah rasa yang tak henti membelalakkan mata
Yang jelas.. Ada rindu yang berhasil membuat sendu sekaligus ragu. Bagaimana akhirnya, tak ada yang tahu. Hanya bertumpu pada alamiah manusia yang selalu dikelilingi rasa butuh. Sekalinya datang, hanya bisa tersenyum haru. Bahwa cinta tak bisa dipaksakan. Jika rindu dipaksa untuk menahan malu, selebihnya hanya akan memperumit keadaan. Biar cinta bertopang pada pemberi. Agar tak ada sakit hati yang menghujam lagi. Biar hati menyendiri sesuka hati. Agar tak ada luka batin pengganggu hari demi hari.
Biar hati menunjuk tuannya sesuka hati. Meski tak menjamin pasti, setidaknya ia bisa bebas mengucap nama. Entah dirasa atau bukan, yang jelas ia berhak untuk menjadikannya doa. Masalah terkabul atau tidak, biar menjadi hak pemilik kuasa saja. Tak ada salahnya hati menaruh harap pada batas sewajarnya, kan? Biar rasa harap itu berada pada kadarnya, agar tak ada kambing hitam yang disalahkan ketika tak satupun terwujud. Jangan sampai.
Semoga....
Segala kerinduan yang tetap kusekap dalam dekapan kelak menuai rasa bahagia. Entah bagaimana caranya, yang kuyakini dalam ketepatan pasti bermasa. Cepat atau lambat asalkan bahagia. Itu saja.
No comments:
Post a Comment