Tuesday, February 2, 2016

Apa Kabar, Rasa?

Cinta, kau (hampir) pergi
Sebelum dia mencintai aku
Mengapa cepatnya dia (hampir) berlalu
Meninggalkan jejak hampa dari semua

Bukan maksud menyeringai hati. Kadang rasa cinta datang tanpa kuingini. Serupa sejalan dengan sakit hati yang kutikam sendiri. Menyeret hampa sebagai kambing hitam segalanya. Membuatku sadar bahwa masa punya kuasa, pada akhirnya. Oh, rasa. Bagaimana kabarmu di akhir cerita? Bahagia? Atau justru terluka karenanya?

Kosong..
Seperti merasa tapi tak leluasa..
Seperti menjelma tapi tak punya nama..
Seperti fatamorgana tapi membuat terlena..

Ah.. Kau hanya jenuh pada keadaan. Serpihan yang terlahir beranjak mengikis perlahan. Bukan mauku. Tanpa sadar, titik mulai membuat barisan hingga melebar menjadi celah. Celah untuk menguak tabir penyesalan atau mungkin justru memupuk pelajaran. Ini hanya soal waktu dan pandangan. Percayalah.

Kunikmati kesalahan ini. Kubiarkan hati ini sesekali merasa sayang yang luput dari pandangan. Relakanlah sekali merindu masa lalu yang menjerat birumu. Meski kau tahu, kau sedang bertaruh dengan tujuan yang selalu menjadi harapan.

Kuat..
Tegarkan dalam kebisuan
Biarkan merasa dalam keheningan
Kelak keadaan akan berbicara lebih lantang
Dibandingkan bersuara tapi omong kosong

No comments:

Post a Comment