Firasat adalah bagaimana cara alam mengajakmu bicara. Tidak ada yang kebetulan, sebenarnya. Sinergisitas alam yang teramat memahamimu yang kadang kau abaikan. Dengarlah bisiknya sejenak. Kelak kau kan mengerti, bahwa sebatang pohon pun merajuk untuk menjadi teman langkahmu.
Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, katanya. Hati yang jatuh pun begitu. Ia takkan pernah membenci perkara yang membuatnya terpuruk. Karena ia tau, perkara itu yang tengah membangun kekuatan baru pada pondasinya.
Ranting yang rapuh tak pernah membenci takdir. Jiwa yang rapuh pun begitu. Ia takkan pernah membenci sakit hati yang membuatnya sendu. Karena ia tau sakit hati itu yang sedang membalut doa terbaik untuk menyembuhkan luka terdahulu.
Dahan yang patah tak pernah membenci tingkah alam yang jahil. Kepercayaan pun begitu. Kepercayaan yang rentan dipatahkan sesungguhnya sedang dalam proses membesarkan hati. Melapangkan jiwa, pun menetralkan rasa. Hingga di akhir waktu ia akan sadar bahwa kepercayaan hanya bisa dibentuk oleh mereka yang tak banyak berbicara, tapi memiliki hati yang lapang untuk berusaha tanpa memaksa
No comments:
Post a Comment