Saturday, November 28, 2015

Tentang Jarak dan Dilema Rasa

Apa kabar, jarak?
Masih setia kah kau dalam batas pertahananmu?

Aku mencintai jarak ketika ia menjadi tolak ukur keteguhan yang kita ukir berdua. Aku memuja jarak ketika ia menjadi penyambung rindu yang kadang menggebu tanpa malu. Aku bahagia dengan jarak yang terbentang kini. Karenanya aku mampu menguji seberapa kuatkah aku dan kamu menjaga hati dan segala janji.

Tidakkah jarak menjadi menyenangkan ketika ia menjanjikan sambutan pelukan hangat di pelupuk mata? Menjamah permukaan yang lama kering ditinggal tuannya, berubah menjadi sejuk hanya dengan sapaan. Perlahan, jarak memupuk kerelaan dan keikhlasan dalam hati setiap insan. Entah kerelaan untuk bertahan, pun keikhlasan untuk melepaskan. Termasuk yang manakah kita? Semoga (masih) pilihan yang pertama, harapku.

Bukankah jarak menjadi awal rajutan doa-doa yang kau panjatkan tanpa henti? Adakah jarak yang menjadi jembatan bagi mereka yang tak henti bersabar dalam penantian? Ya, tentu saja. Jangan salahkan jarak. Salahkan dirimu yang lemah dalam kesetiaan. Oh, tak perlu membahas yang lain. Jika kita saling percaya, toh jarak akan luluh juga pada masanya.

Andai tak ada kata jarak
Andai kita tak terpisahkan oleh ruang dan waktu
Andai...
Andai...

Ah.. Aku benci kata-kata pesimis macam itu. Jika tak ada jarak, mungkin aku akan berubah menjadi sosok manja yang merengek-rengek sebuah pertemuan tiap detik. Jika jarak tak pernah ada, mungkin akan muncul musuh bernama 'kebosanan' yang siap menghancurkan segalanya. Tanpa jarak, mungkin kita akan menjadi sosok ketergantungan akan sebuah kehadiran. 

Hanya karena jarak, aku menggantungkan harapku hanya pada Sang Pengukir Jarak. Dalam jutaan spasi yang berjejer di antara kita, aku tak henti menguntai doa. Jika memang benar kau yang menjadi tuannya, kelak aku takkan pernah menyesal dengan jatuh bangunnya kehidupan para pejuang batas ruang. Pun jika bukan kau, aku selalu bersyukur bahwa jarak telah membuatku kuat dalam sebuah ketidakpastian.


Jangan berhenti untuk percaya, hai pejuang senasib sepenanggungan
Kelak jarak mengajarkanmu banyak hal
Termasuk kerelaan dan keikhlasan

No comments:

Post a Comment